Pengertian Gerhana Bulan, Serta Proses Terjadi Dan Dampaknya Lengkap

Sahabat semuanya, selamat datang di web kami Buku Online. Siapa yang tahu jika alam memang menyajikan misteri dan keindahannya tersendiri, salah satunya fenomena alam gerhana bulan. Gerhana bulan memang salah satu fenomena alam langka yang terjadi di muka bumi ini. Kali ini kami akan membahasnya, mengenai pengertian gerhana bulan, jenis-jenis gerhana bulan, proses terjadinya serta dampak yang di dapat akibat terjadinya gerhana bulan. Mari kita simak penjelasannya satu persatu.

Pengertian Gerhana Bulan, Jenis, Proses Terjadi Dan Dampaknya Lengkap




Bulan, hal yang tak asing kita dengar dalam kamus tata surya. Bulan merupakan satelit bumi, bulan berevolusi atau berputar mengelilingi bumi selama 1 bulan, dan bersama bumi mengelilingi matahari selama 1 tahun. Semua pergerakan inilah yang nantinya akan membuat terjadinya gerhana bulan. Apa itu gerhana bulan? Gerhana bulan adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari yang menuju ke bulan oleh bumi. Peristiwa ini menjadikan bulan gelap dan tidak memiliki cahaya atau yang sering kita namai dengan gerhana bulan. Gerhana bulan terjadi jika posisi matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus dan posisi bumi berada di tengah-tengah matahari dan bulan. Unuk melihatnya kita tidak membetuhkan alat bantu apapun, cukup dengan mata telanjang, itu tidak akan berbahaya bagi kesehatan mata. Berbeda dengan gerhana matahari, jika gerhana matahari kita membutuhkan alat bantu seperti kaca mata tiga dimensi atau juga teropong. Karena cahaya yang di timbulkan oleh gerhana matahari memiliki sinar radiasi yang dapat mengganggu kesehatan mata kita.

Jenis-Jenis Gerhana Bulan

Ada  3 jenis gerhana bulan yang perlu kita ketahui, yakni gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian dan gerhana bulan penumbra. Mari kita bahas perinciannya satu persatu.

1. Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total terjadi apa bila bulan tepat berada pada bayangan umbra atau bulan keseluruhannya berada pada bayangan bumi. Saat terjadi gerhana ini, bulan masih dapat di saksikan dari permukaan bumi. Ini dikarnakan keseluruhan bagian bulan masuk kedalam bayangan umbra bumi, sehingga bulan tampak seperti warna merah tembaga, coklat atau bahkan jingga. Warna tersebut muncul karna cahaya yang dihasilkan cahaya bumi dan diteruskan oleh atmosfer bumi. Gerhana inilah yang umumnya sering terjadi, karna dalam setahun gerhana bulan total akan terjadi 2 sampai 3 kali. Gerhana bulan total akan berlangsung maksimum selama lebih dari 1 jam 47 menit. Gerhana bulan total dibagi menjadi dua, yakni gerhana bulan total dan gerhana bulan total +. Gerhana bulan total akan terjadi ketika bulan tepat berada di daerah NTT dan bulan akan berwarna merah dan sekelilingnya memiliki warna yang tak beraturan dan tidak rata. Sedangkan gerhana bulan + akan terjadi ketika bulan melewati pusat daerah umbra dan menghasilkan warna bulan menjadi merah merata.

2. Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana bulan sebagian terjadi apabila sebagian penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Hal ini terjadi saat bumi berada diantara matahari dan bulan di garis lurus yang sama. Saat terjadi gerhana ini, bulan tidak sepenuhnya terhalang bumi dari cahaya matahari . Sebagian bulan yang tidak terhalang bumi berada pada daerah penumbra. Semua ini menyebabkan sebagian cahaya matahari dapat menembus bulan dan masih dapat dilihat dari permukaan bumi. Gerhana bulan sebagian menghsilkan gambaran bulan sabit yang indah walaupun sedikit mistik

3. Gerhana Bulan Penumbra

Gerhan bulan penumbra adalah ketika keseluruhan bagian bulan berada didaerah penumbra. Meskipun begitu bulan masih bisa kita amati dari permukaan bumi, namun tidak begitu terang. Gerhana ini terjadi apabila bagian bulan berada pada daerah penumbra.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Gerhana bulan akan terjadi disaat bulan matahari saling beroposisi. Namun tidak seluruh oposisi mengakibatkan gerhana bulan, dikarenakan bulan memiliki bidang miring orbit 5 derajat terhadap bidang ekliptika. Cara memahaminya sangat mudah yakni dengan melihat titik perpotongan bidang orbit bulan  dengan bidang ekliptika. Perpotongan tersebut akan menimbulkan dua titik yang di sebut node. Gerhan bulan terjadi saat bulan beroposisi dengan matahari terhadap node tepatnya diposisi 16,5 derajat dari node (dibagian timur atau barat).

Tidak keseluruhan gerhana bulan yang terjadi mengakibatkan bulan tidak nampak sementara, beberapa gerhana bulan yang terjadi justru membuat bulan nampak lebih indah dengan cahaya yang dihasilkan, seperti merah, jingga atau tembaga. Ini dikarenakan masih adanya cahaya matahari yang di belokkan oleh atmosfer bumi, cahaya inilah yang sering kali memiliki spektrum cahaya berwarna merah.

Dampak Terjadinya Akibat Gerhana Bulan

Setelah mengetahui pengertian, jenis dan proses terjadinya kini kita akan membahas mengenai dampak yang terjadi akibat gerhana bulan. Apakah ada dampaknya? Ya, setiap ada sebab pasti ada akibat. Begitu pula dengan gerhana bulan, ada dampak akibat terjadinya gerhana bulan, diantaranya :

1. Malam menjadi gelap

Tentu, kondisi pada malam hari ketika gerhana bulan akan lebih gelap di banding dengan malam-malam biasanya. Hal ini di karnakan cahaya matahari yang dipantulkan ke bulan tertutup oleh bumi. Oleh karna itu jika kalian ingin keluar malam hendaknya berhati-hati.

2. Turunnya suhu udara

Suhu udara mengalami penurunan juga di akaibatkan karna adanya gerhana bulan namun tidak begitu signifikan. Disebagian wilayah di muka bumi ini bahkan hewan-hewan liar mengalami tingkah yang berbeda karna penurunun suhu yang terjadi.

3. Air laut menjadi pasang

Fenomena gerhana bulan juga mengakibatkan air laut mengalami kenaikan dikarnakan grafitasi bulan. Jika yang terjadi adalah gerhana bulan total maka air laut akan pasang kurang lebih 3 hari.

4. Berpengaruh pada ombak laut

Dampak dari gerhana bulan juga berpengaruh pada gelombang ombak di perairan Indonesia maupun luar Indonesia yang mengalami gerhana bulan. Meski begitu dampaknya masih terbilang normal, terlebih jika itu adalah gerhana bulan total. Biasa dampak bagi gelombang air laut yang di akibatkan tingginya berkisar 1 hingga 1,5 meter saja, jadi tidak begitu menghawatirkan bagi para nahkoda kapal dan juga nelayan.

5. Penyebaran nyamuk lebih banyak

Hal ini telah dilakukan oleh beberapa peniliti dan benar membuktikan, jika gerhana bulan maka penyebaran nyamuk akan lebih banyak. Nyamuk-nyamuk yang berkeliaran biasanya nyamuk yang berjenis aedes, anopheles, culex dan psorophora.

Diantara kelima dampak yang terjadi, ada kabar mitos yang tersebar luas di kalangan masyarakat yakni adanya dampak terhadap kelahiran seseorang yang lahir saat gerhana akan mengalami kecacatan atau hal-hal lain yang disebabkan oleh terjadinya gerhana bulan, semua itu tidak benar, karna beberapa ahli telah melakukan penelitian dan semuanya tidak terbukti.

Demikianlah postingan kita mengenai gerhana bulan, dengan mengetahui semuanya akan menambah pengetahuan dan wawasan kita dan menjadikan kita tahu salah satu keindahan alam muka bumi ini. Serta mempertebal keimanan kita terhadap Tuhan Yang Maha Pencipta. Trima kasih.

0 Response to "Pengertian Gerhana Bulan, Serta Proses Terjadi Dan Dampaknya Lengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel